Rieke: Utamakan Petani Lokal dari Impor Beras

Karawang – Rieke Diah Pitaloka, Anggota DPR RI Komisi VI, memberikan pernyataan bahwa petani lokal harus diutamakan daripada impor beras. Kebijakan impor beras saat ini dilakukan pemerintah atas dasar alasan minimnya pasokan beras di lapangan. Pemerintah melihat bahwa ketiadaan pasokan beras akan membuat harga beras terkerek naik di pasaran. Kebijakan impor beras sebesar 500.000 ton pada akhir Januari 2018 tidak melihat realita bahwa panen raya sedang terjadi di beberapa daerah.

Karawang sebagai salah satu daerah sentra beras saat ini sedang mengalami panen raya. Rieke Diah Pitaloka dalam kunjungan kerjanya mengunjungi beberapa titik area persawahan untuk melihat langsung panen raya yang sedang terjadi disana. Panen raya memberikan kesempatan bagi para petani lokal untuk menjual hasil pertanian secara banyak. Tetapi disisi lain, pemerintah sepertinya lebih mengutamakan untuk membuka impor beras daripada menyerap secara masif hasil pertanian dari para petani lokal didaerah.

Bulog, sebagai BUMN yang bertujuan untuk mewujudkan kedaulatan pangan, terindikasi tidak dapat menyerap beras dari petani lokal secara maksimal. PMN BUMN yang telah diberikan pada tahun-tahun sebelumnya menghasilkan sesuatu yang kontra: penyerapan gabah yang terus menerus turun setiap tahun. Amat disayangkan, BULOG kurang berhasil dalam membantu pemerintah untuk mewujudkan kedaulatan pangan sebagai salah satu program Nawacita yang dibawa oleh Presiden Joko Widodo. Rieke Diah Pitaloka sangat menentang kebijakan yang akan “membunuh” para petani lokal dan berpendapat bahwa harus ada reformasi pada BULOG itu sendiri.

 

KOMENTAR

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *